KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Tradisi budaya Kabuenga Wasinta digelar penuh kemeriahan di Lapangan Pulau Kapota, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Animo masyarakat yang menampilkan warna warni sentuhan pakaian tenun khas daerah dan berbagai seni pertunjukan menambah panorama serta sakralnya tradisi turun temurun tersebut.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Wakatobi.

Di tengah kemeriahan itu, Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Kabuenga bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi bagian dari upaya membangkitkan identitas dan kekayaan budaya masyarakat Kapota.

“Ini adalah momentum luar biasa untuk membangkitkan budaya kita. Dari Kapota, kita bisa menggetarkan dunia melalui kekuatan budaya,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya menghadirkan narasi dan cerita di balik setiap atraksi budaya yang ditampilkan. Menurutnya, kekuatan sebuah destinasi wisata tidak hanya terletak pada tampilan visual, tetapi juga pada cerita yang menyertainya.

Ia mencontohkan ikon kuda yang selalu hadir dalam berbagai festival di Wakatobi, khususnya di Kapota. Bupati mempertanyakan asal-usul simbol tersebut dan mendorong masyarakat untuk mulai merumuskan sejarah dan cerita yang kuat agar menjadi identitas khas daerah.

“Kalau orang bertanya kenapa ada kuda di Kapota, maka masyarakat harus bisa menjawab dengan cerita yang jelas. Inilah yang menjadi nilai jual utama dalam pariwisata,” tegasnya.

Selain budaya, Bupati juga menyoroti potensi besar Danau Tainaro sebagai objek wisata unggulan. Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan wisata tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, melainkan harus didukung dengan data, edukasi, dan pelestarian lingkungan.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, Balai Taman Nasional, dan masyarakat, untuk menjaga kawasan tersebut sebagai wilayah lindung serta mulai mendokumentasikan potensi flora, fauna, dan kekayaan alam lainnya.

“Kita harus mulai mencatat, mendokumentasikan, dan menjadikan ini sebagai sarana edukasi. Dari situlah nilai tambah pariwisata akan lahir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan Kabuenga Wasinta, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat setempat.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama mengembangkan potensi Kapota, baik dari sisi budaya maupun lingkungan.

“Mari kita jaga persatuan, lestarikan budaya, dan rawat alam kita. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat Kapota ke depan,” pungkasnya.

Reporter : La Ode Ridwan

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib