KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama dengan Unit Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (UPK SDMK) Poltekkes Kemenkes Makassar dan Emergency Skill Development Indonesia (ESDI) menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch I.

Pelatihan BTCLS berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 8-13 Juli 2026. Pembelajaran dilakukan dengan metode blended learning, yakni pembelajaran daring pada 8-10 Juli 2026, kemudian dilanjutkan pembelajaran luring pada 11-13 Juli 2026 di Aula Luna Garden, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel).

Direktur RSUD Kabupaten Wakatobi, dr. La Ode Achmad Sam Junarta mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan (Nakes) dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan, khususnya penanganan pasien trauma dan henti jantung secara cepat, tepat, dan sesuai standar.

Kata dia, peningkatan kualitas dan kapastias sumberdaya itu merupakan salah satu pelatihan dasar yang penting bagi Nakes, terutama dalam meningkatkan kemampuan menghadapi kondisi pasien yang membutuhkan pertolongan kegawatdaruratan.

“Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang terus berkembang, kompetensi tersebut menjadi bekal yang harus terus diperbarui agar setiap Nakes siap memberikan pertolongan terbaik ketika kondisi kegawatdaruratan terjadi,” ujarnya.

dr. La Ode Achmad Sam Junarta menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut dilatarbelakangi kebutuhan peningkatan kapasitas Nakes di wilayah kepulauan seperti Wakatobi yang memiliki tantangan tersendiri dalam pelayanan kegawatdaruratan.

“Peningkatan kompetensi Nakes bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga investasi bagi keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 36 peserta, terdiri dari 27 peserta dari RSUD Kabupaten Wakatobi, delapan peserta dari puskesmas yang berasal dari pulau Kaledupa, Tomia, Binongko, Wangiwangi, dan Wangsel, serta satu peserta dari Wakatobi Dive Resort (WDR) Medical Center.

“Adapun fasilitator atau instruktur dalam pelatihan tersebut berasal dari ESDI. Kita berharap para peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam penanganan pasien gawat darurat, memperkuat kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien di seluruh wilayah Kabupaten Wakatobi,” tuturnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib