KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menggelar kegiatan Pelatihan Pengembangan Desain Motif Tenun dan Pewarnaan Alam Tenun yang berlangsung di Aula Rumah Kemasan Kabupaten Wakatobi Rabu 8 April 2026 . Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Wakatobi, Eliati Haliana.
Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Dinas Perindag Wakatobi, Safiuddin, dijelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat, khususnya para perajin tenun di Wakatobi.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta, mulai dari teknik menenun yang benar hingga proses pewarnaan alami dan finishing, sekaligus menjaga agar motif khas daerah tidak punah,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Daya Industri, serta merupakan bagian dari sinergi program kerja Dekranasda Kabupaten Wakatobi Tahun Anggaran 2026 dalam meningkatkan daya saing industri kerajinan daerah.
Pelatihan diikuti oleh 15 peserta penenun yang berasal dari berbagai wilayah di Wakatobi, antara lain Wangi-wangi, Kabita, Kapota Utara, Liya, Kaledupa, Kaledupa Selatan, Tomia, hingga Binongko. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari narasumber dan instruktur berpengalaman, yakni Akbar Tanjung dan Siti Erni.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 8 hingga 11 April 2026, dengan total anggaran sebesar Rp57.717.700 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Wakatobi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Wakatobi menegaskan bahwa tenun bukan sekadar produk kerajinan, melainkan simbol identitas budaya yang sarat makna.
“Di setiap helai benang tenun, ada doa, cerita, dan identitas leluhur yang harus kita jaga. Pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga menjaga warisan budaya serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Eliati Haliana.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan penuh kesabaran dan kesungguhan, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para instruktur.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ketua Dekranasda secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut, dengan harapan dapat melahirkan karya tenun berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.
Reporter : La Ode Ridwan

















