KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan sejumlah perubahan kebijakan pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026. Kebijakan itu di lakukan guna memperluas akses bagi calon penerima beasiswa di seluruh Indonesia.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto mengatakan, salah satu perubahan terbesar adalah relaksasi persyaratan kemampuan bahasa Inggris.
Peserta yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa Inggris. Sementara peserta yang belum memiliki LoA kini memperoleh pilihan sertifikat yang lebih beragam.
“Untuk tujuan studi dalam negeri, LPDP menerima sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri serta TOEP. Sedangkan tujuan luar negeri kini dapat menggunakan sertifikat Duolingo,” ujarnya dalam press releasenya Sabtu 18 Juli 2026.
Ayom Widipaminto menyebutkan, khusus kelompok afirmasi, peserta tujuan dalam negeri tetap tidak diwajibkan memiliki sertifikat bahasa Inggris. Sementara peserta afirmasi tujuan luar negeri yang belum memiliki LoA dapat menggunakan sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.
“Bagi Putra-Putri Papua, LPDP tetap memberikan kebijakan khusus berupa tidak dipersyaratkannya IPK minimal maupun kemampuan bahasa Inggris,” katanya.
Selain itu, LPDP juga memperluas daftar perguruan tinggi unggulan dari sebelumnya 17 universitas menjadi 31 universitas, terdiri atas 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan khusus bidang Sains, Teknologi, Engineering, Matematika (STEM).
Ayom Widipaminto menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan agar semakin banyak talenta dari daerah dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
Pada tahap ini, LPDP juga mengizinkan penggunaan hasil tes bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi dalam negeri, termasuk TOEFL-equivalent Universitas Halu Oleo Kendari, sehingga mempermudah calon pendaftar di Sulawesi Tenggara (Sultra) memenuhi persyaratan administrasi.
Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan, setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Ia mengajak generasi muda Wakatobi memanfaatkan program beasiswa pemerintah sebagai jalan meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Diungkapkan Haliana, Pemerintah Kabupaten Wakatobi menargetkan peningkatan kualitas SDM, namun keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan sehingga kehadiran LPDP sangat membantu.
Haliana berharap putra-putri Wakatobi dapat menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik, kemudian kembali membangun daerah melalui potensi yang dimiliki.
“Putra putri daerah diseluruh Indonesia, termasuk di Wakatobi memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Manfaatkan seluruh fasilitas dan pembiayaan yang diberikan oleh negara untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi, kembali kedaerah, dan kembangkan potensi-potensi daerah yang ada,” harapnya.

















