KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Daerah yang dikenal sebagai Cagar Biosfer United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan kawasan Taman Nasional Wakatobi itu dipercaya mewakili Indonesia dalam program UNESCO bidang pendidikan konservasi di kawasan Asia Pasifik.
Bupati Wakatobi Haliana mengungkapkan, penunjukan tersebut merupakan buah dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan pendidikan berbasis konservasi.
“Alhamdulillah, karena komunikasi dan komitmen kita terhadap konservasi, Wakatobi yang merupakan Cagar Biosfer dan Taman Nasional dipercaya dalam program UNESCO untuk pendidikan konservasi,” ungkapnya saat menyambut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) sekaligus menyambut penerbangan perdana TransNusa rute Bali-Wakatobi di Bandara Matahora, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kamis 16 Juli 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) itu menyebutkan, di kawasan Asia Pasifik hanya ada empat negara yang terlibat, yaitu Jepang, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
“Yang membanggakan, Indonesia diwakili oleh Kabupaten Wakatobi,” ujarnya.
Haliana menjelaskan, dirinya baru saja menghadiri forum nasional pembangunan berkelanjutan pada 16 Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia menjadi pembicara bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan menyampaikan komitmen Wakatobi dalam membangun pendidikan yang berpihak pada pelestarian lingkungan.
Disampaikan Haliana, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan kepada peserta forum bahwa Wakatobi kini menjadi daerah pertama di Indonesia yang menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan konservasi.
“Wakatobi mungkin bukan satu-satunya daerah yang memiliki potensi konservasi, tetapi saat ini Wakatobi menjadi yang pertama dalam pendidikan konservasi,” katanya.
Haliana juga mengaku telah mengundang Mendikdasmen Abdul Mu’ti untuk berkunjung ke Wakatobi. Saat itu, kata dia, Mendikdasmen sempat menyampaikan bahwa belum tersedia penerbangan menuju Wakatobi. Namun Haliana memastikan rute penerbangan baru akan segera beroperasi.

Haliana optimistis Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti akan segera mengunjungi Wakatobi. Ia berharap kunjungan tersebut tidak hanya untuk menikmati keindahan alam Wakatobi, tetapi juga melahirkan berbagai kebijakan strategis yang mampu memperkuat kualitas pendidikan di daerah kepulauan tersebut.
“Saya sampaikan kepada Pak Menteri bahwa mulai tanggal 16 Juli sudah ada penerbangan ke Wakatobi. Alhamdulillah, hari ini Pak Wakil Menteri datang bersama keluarga dan rombongan,” ujarnya.

















