KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Jemaah Haji Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi pelayanan yang diberikan selama proses penyelenggaraan ibadah Haji.

Ketua rombongan jemaah Haji Kabupaten Wakatobi, Saleh Boy mengungkapkan, pelayanan yang diterima jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah.

“Kami mewakili seluruh jemaah Haji Kabupaten Wakatobi mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wakatobi yang telah melepas keberangkatan dan menyambut kepulangan kami dengan penuh perhatian dan rasa kekeluargaan. Penyambutan ini menjadi kebahagiaan dan kenangan yang sangat berharga bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga menghaturkan terimakasih kepada penyelenggara Haji yang telah memberikan pelayanan secara maksimal, mulai dari pelaksanaan manasik, pengurusan administrasi, transportasi, keberangkatan, hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.

“Kami merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Seluruh proses berjalan dengan baik sehingga
jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman,” katanya.

Di balik pelayanan yang baik tersebut, Saleh Boy mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi
jemaah tahun ini adalah cuaca ekstrim di Arab Saudi. Suhu udara yang mencapai lebih dari 45 derajat Celsius menyebabkan sebagian jemaah mengalami demam dan batuk sehingga harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang sangat panas.

“Alhamdulillah, meskipun menghadapi suhu yang sangat tinggi, seluruh jamaah dapat menyesuaikan diri dan tetap mampu menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik dan maksimal,” ujarnya.

Saleh Boy menjelaskan, penantian selama sekitar 13 tahun dalam daftar tunggu akhirnya terbayar dengan pengalaman spiritual yang sangat berharga.

Ia berharap seluruh jamaah haji untuk mempertahankan nilai-nilai ibadah setelah kembali ke tengah masyarakat dengan menjadi teladan, menjaga salat berjamaah, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, serta terus menebarkan kepedulian sosial demi terwujudnya Wakatobi yang semakin maju dan sejahtera.

“Kekhusyukan beribadah di Tanah Suci menjadi pengalaman yang tidak terlupakan meski harus menghadapi tantangan cuaca dan kondisi fisik,” pungkasnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib