KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Acara Lokalove Wakatobi 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda kreatif untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), seni, dan pariwisata di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Panitia Lokalove Wakatobi 2026, Aldi Raymond mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif.
“Semoga kegiatan itu tidak hanya menjadi sarana untuk berolahraga bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi serta mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wakatobi,” ujarnya di Wangiwangi Rabu 29 Juli 2026.
Aldi Raymond menyebutkan, penyelenggaraan Lokalove mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari Blue Ocean View Wakatobi, Sekretariat Daerah Kabupaten Wakatobi, Bank Bahteramas Wakatobi, Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Kejaksaan Negeri Wakatobi, Kantor Imigrasi Wakatobi, Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Wakatobi, serta Bank Sultra Cabang Wakatobi.
“Suksesnya penyelenggaraan Lokalove Wakatobi tidak terlepas dari dukungan berbagai sponsor, mitra, instansi pemerintah, serta aparat keamanan yang ikut menyukseskan kegiatan,” ungkapnya.
Selain itu, berbagai mitra turut mendukung melalui penyediaan voucher dan doorprize, di antaranya Water Park, Wonder Scuba, Wakatobi Local Trip, Pesona, Ollo Scuba, Sanamisi, ER Specta Sound, Blue Ocean View Wakatobi, Barakati Medika, Lian Sunrise Textile, Maimo, Oriflame, Atomy, serta sejumlah sponsor lainnya.
Aldi juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Wakatobi, Satuan Lalu Lintas Polres Wakatobi, Polisi Pariwisata Wakatobi, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi yang telah mengamankan jalannya kegiatan sehingga berlangsung tertib dan aman.
Sementara itu, Liaison Officer (LO) Lokalove Wakatobi, Romel mengatakan, konsep kegiatan merupakan hasil inovasi para panitia kreatif yang ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku UMKM, seniman, hingga insan perfilman lokal.
“Lokalove kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi generasi muda yang kreatif. Kami menyajikan karya-karya lokal mulai dari musik, film, hingga UMKM agar semua memiliki ruang untuk berkembang,” katanya.
Romel menerangkan, animo masyarakat terhadap penyelenggaraan perdana Lokalove menjadi modal untuk menghadirkan kegiatan yang lebih besar pada tahun mendatang.
“Dengan suksesnya Lokalove yang pertama ini, kemungkinan tahun depan kami akan membuat lagi dengan konsep yang berbeda, atmosfer yang berbeda, dan euforia yang berbeda,” terangnya.
Romel berharap Pemerintah Kabupaten Wakatobi dapat memperkuat kolaborasi melalui program-program pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang telah melekat pada organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harapan kami pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui program-program OPD sehingga kolaborasi antara generasi muda, komunitas, UMKM, dan pemerintah terus berjalan,” ucapnya.
Menurut Romel, Lokalove juga memiliki misi memberikan edukasi kepada generasi muda sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM di tengah tantangan efisiensi anggaran yang berdampak pada penyelenggaraan berbagai kegiatan.

Lebih lanjut Romel menjelaskan, keberadaan event Lokalove menjadi salah satu upaya mendukung sektor pariwisata Wakatobi melalui promosi di media sosial dan penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.
“Walaupun skalanya masih mini, ini merupakan gebrakan dari teman-teman panitia. Ke depan kami berharap kegiatan ini bisa lebih besar lagi dengan dukungan anggaran yang lebih memadai,” pungkasnya.

















