KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Untuk Pertama kalinya selama terlahir menjadi daerah otonom dan selama dua dekade itu pula Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara akhirnya dianugerahi penghargaan sertifikat Adipura tahun 2023.

Penghargaan dengan kategori Kota Kecil itu menjadi catatan sejarah untuk Kabupaten Wakatobi di era pemerintahan Bupati Wakatobi Haliana dengan visi misinya yang bertajuk menjadikan Kabupaten Wakatobi sebagai Kabupaten konservasi maritim yang sentosa.

Catatan sejarah itu berhasil ia torehkan berkat upaya dan konsistensi bersama seluruh masyarakat Wakatobi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Alue Dohong, usai Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin membuka secara resmi acara yang diselenggarakan di gedung Manggala Wanabakti KLHK Republik Indonesia (RI), Selasa, (5/3/2024).

Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan, Kabupaten Wakatobi adalah cagar biosfer ke delapan di Indonesia yang ditetapkan oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tanggal 12 Juni 2003. Di zaman Bupati Haliana status itu direview serta dievaluasi lagi.

Sehingga Wakatobi kembali ditetapkan lagi oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer untuk 10 tahun ke depan.

“Selama 20 tahun inilah pertama kalinya Wakatobi diberikan sertifikat Adipura.
Alhamdulillah daerah kami bersih, kalau dibandingkan dengan daerah-daerah lain, kita cukup bangga dengan komitmen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Haliana berharap, daerah kepemimpinannya yang juga merupakan taman nasional laut terbesar kedua di Indonesia itu, selanjutnya bakal mengembangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar dapat memperoleh piala Adipura.

“Kami belum mendapat piala, karena masih terkendala atau belum memiliki TPA. Saat ini TPA coba kita kembangkan, yang akan dibiayai oleh World Bank (Bank Dunia) di TPA Wa Mbea Male namun karena sebagian lahannya masuk hutan lindung, sehingga kita minta penurunan status ke KLHK. Mudah-mudahan secepatnya karena segera pula akan dibiayai oleh bank dunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, belum lama ini Wakatobi ditetapkan sebagai salah satu model hilirisasi rumput laut di Indonesia atas instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (ADMIN).

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib