KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI–Bupati Haliana secara resmi membuka kegiatan Public Information Campaign (PIC) di Aula Hotel Wisata Wakatobi, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman nelayan terkait risiko penangkapan ikan ilegal di perairan negara lain sekaligus memperkuat perlindungan pekerja migran sektor kelautan.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, serta mitra internasional Australian Fisheries Management Authority (AFMA).

Dalam sambutannya, Bupati Haliana menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di Wakatobi. Ia bahkan berharap durasi kegiatan dapat diperpanjang agar menjangkau lebih banyak wilayah kepulauan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi, kami menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Kalau bisa, bukan hanya dua hari, tapi lima hari, agar menjangkau lebih banyak pulau dan masyarakat nelayan di daerah kami,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa kondisi geografis Wakatobi sebagai daerah kepulauan dengan potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Wakatobi ini daerah kepulauan dengan potensi perikanan dan pariwisata yang luar biasa. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan masyarakat kita mendapatkan pemahaman yang utuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya perlindungan nelayan yang juga berpotensi menjadi pekerja migran di sektor kelautan.

“Nelayan ini bukan hanya profesi, tetapi juga bagian dari tenaga kerja yang harus kita lindungi. Karena itu, saya juga meminta agar dinas terkait, termasuk tenaga kerja dan koperasi, ikut terlibat dalam pembahasan ini agar perlindungan pekerja migran bisa menjadi fokus bersama,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Ikbal menyampaikan, bahwa kegiatan itu dilaksanakan dalam dua sesi dengan peserta berbeda setiap harinya.

“Setiap hari ditargetkan sekitar 120 peserta, sehingga total lebih banyak nelayan yang bisa mendapatkan edukasi secara langsung,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, rencana pengembangan kampung nelayan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Wakatobi.

“Terdapat sekitar enam lokasi yang akan disurvei untuk pembangunan kampung nelayan. Ini bertujuan menciptakan aktivitas ekonomi baru sehingga pendapatan nelayan meningkat dan tidak perlu melaut hingga melewati batas wilayah negara,” jelasnya.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan dengan agenda edukasi ke sekolah dasar di wilayah Mola Utara sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.

Melalui kegiatan itu, diharapkan kesadaran nelayan meningkat, tidak hanya dalam mematuhi aturan penangkapan ikan, tetapi juga dalam memahami aspek perlindungan hukum dan keselamatan sebagai bagian dari pekerja migran Indonesia.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib