KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Maskapai penerbangan TransNusa resmi melayani penerbangan langsung rute Bali-Wakatobi. Beroperasinya penerbangan itu ditandai dengan pendaratan perdana pesawat Comac C909 di Bandara Matahora, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 16 Juli 2026.
Momentum tersebut menjadi tonggak baru konektivitas transportasi udara menuju destinasi pariwisata nasional Wakatobi yang dikenal dengan surga nyata di bawah laut.
Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan apresiasi kepada TransNusa yang telah mewujudkan impian masyarakat Wakatobi dengan menghadirkan penerbangan langsung dari Bali.
Kehadiran rute tersebut mempersingkat waktu tempuh wisatawan maupun masyarakat yang datang dari luar negeri melalui Bali.
Haliana mengatakan, sebelumnya perjalanan menuju Wakatobi membutuhkan waktu hampir dua hari dengan biaya sekitar Rp5 juta. Kini perjalanan hanya sekitar 1 jam 40 menit dari Bali dengan harga tiket sekitar Rp1,8 juta.
Ia mencontohkan salah seorang warga yang baru tiba dari Australia mengaku perjalanan menuju Wakatobi kini jauh lebih mudah dan lebih murah.
“Alhamdulillah di sini ada nyonya Ria, keluarga kita yang baru tiba dari Australia menyampaikan, ke Wakatobi sekarang ini kalau dari Bali tidak sampai dua hari dan tidak harus Rp5 juta. Sekarang tinggal satu jam empat puluh menit, dengan biaya kurang lebih Rp1,8 juta ini luar biasa. Sekarang dari luar negeri sudah ada penerbangan langsung, transit sebentar di Bali kemudian lanjut ke Wakatobi. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Selain mempercepat akses wisatawan, lanjut Haliana, rute itu juga membuka konektivitas menuju berbagai negara melalui Bali, seperti Australia, Thailand, China, Jakarta, serta sejumlah kota lain yang terhubung dengan lima penerbangan lanjutan.
“Kita berharap seluruh pelaku usaha pariwisata, agen perjalanan hingga pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sultra dapat bersama-sama meningkatkan keterisian penumpang (Load Vector). Saat ini penerbangan masih beroperasi tiga kali dalam sepekan, namun diharapkan dapat berkembang menjadi penerbangan setiap hari (daily flight),” harapnya.














