KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Kabupaten Wakatobi tercatat sebagai daerah dengan persentase rumah tangga pemilik emas atau perhiasan tertinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra), di tengah harga emas yang terus meroket dari waktu ke waktu.
Data tersebut berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra pada hari Sabtu 31 Januari 2026 lewat postingan akun Instagram dengan keterangan gambar “Siapa Sebenarnya yang Paling Sultan di Sultra dan Wakatobi Si Paling Sultan”.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebanyak 42,74 persen rumah tangga di Wakatobi memiliki simpanan emas atau perhiasan minimal 10 gram.
Angka tersebut menempatkan Wakatobi di posisi teratas, disusul Kota Baubau dengan 32,05 persen dan Kabupaten Kolaka Utara sebesar 26,21 persen. Sementara daerah lain seperti Bombana, Kolaka, dan Kolaka Timur mencatat persentase di atas 20 persen.
Berikut persentase rumah tangga yang memiliki emas/perhiasan minimal 10 gram di Sultra:
Wakatobi – 42,74%
Baubau – 32,05%
Kolaka Utara – 26,21%
Bombana – 25,99%
Kolaka – 23,27%
Kolaka Timur – 22,05%
Kendari – 18,07%
Buton Tengah – 13,37%
Buton Selatan – 11,99%
Muna Barat – 10,53%
Buton Utara – 10,32%
Konawe Utara – 10,10%
Buton – 8,81%
Muna – 7,89%
Konawe Selatan – 6,33%
Konawe Kepulauan – 6,10%
Konawe – 5,15%
Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Badan Pusat Statistik (BPS)
BPS mencatat, tingginya kepemilikan emas di sejumlah wilayah Sultra mencerminkan kuatnya budaya masyarakat dalam menyimpan kekayaan dalam bentuk logam mulia, baik sebagai perhiasan maupun instrumen investasi jangka panjang.
Tren kepemilikan emas ini sejalan dengan lonjakan harga emas dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data harga emas, pada 30 Januari 2016 harga emas tercatat sebesar Rp568.000 per gram, sementara pada 30 Januari 2026 melonjak tajam menjadi Rp3.120.000 per gram.
“BAYANGKAANNN yang punya simpanan emas, sekarang jadi sultan karena cuan berkali-kali lipat!,” tulis akun bpsprovsultra pada gambar unggahannya.
Kenaikan harga yang signifikan tersebut membuat emas menjadi salah satu instrumen investasi yang memberikan keuntungan berlipat bagi masyarakat yang telah menyimpan emas sejak lama. Kondisi ini turut memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga, terutama di daerah dengan tingkat kepemilikan emas yang tinggi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan utama masyarakat Sultra dalam menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi. Wakatobi pun tercatat sebagai wilayah dengan rumah tangga yang paling banyak menikmati manfaat dari kenaikan nilai emas tersebut.

















