KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Yayasan Kepulauan Tukang Besi (YKTB) bersama Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) mulai melakukan penguatan konservasi atol berbasis kearifan lokal di Wakatobi.
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi program dan Focus Group Discussion (FGD) tentang praktik adat budaya lokal dalam pengelolaan ruang atol yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Wakatobi, Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan adat dan kearifan lokal masyarakat Wakatobi ke dalam upaya konservasi atol, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam di kawasan Cagar Biosfer Wakatobi.
Acara itu dihadiri Bupati Wakatobi, Balai Taman Nasional Wakatobi, Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Wakatobi, perwakilan masyarakat adat dari empat kadie se-Pulau Wangiwangi, serta perwakilan nelayan atol atau pasi.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai TFCCA sebuah skema kerja sama pengalihan utang antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia yang mendukung program konservasi terumbu karang dan sumber daya alam.
Melalui dukungan TFCCA, berbagai program konservasi dijalankan untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi, meningkatkan tata kelola sumber daya alam, serta mendukung pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada ekosistem terumbu karang.
Bupati Wakatobi dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa konservasi merupakan kebutuhan mendasar bagi daerah kepulauan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sumber daya laut.
“Lebih dari 60 persen masyarakat Wakatobi bergantung pada laut. Karena itu, program-program konservasi seperti ini sangat penting dan perlu mendapat dukungan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan ekosistem laut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat, nelayan, sektor swasta, dan Balai Taman Nasional Wakatobi menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Upaya bersama ini diharapkan mampu menjaga ekosistem laut Wakatobi sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Ketua YKTB Saleh Hanan menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki tujuan utama yakni, mensosialisasikan program kerja sama antara YKTB dan TFCCA bertajuk Konservasi Atol Berbasis Kearifan Lokal untuk Memperkuat Hubungan antara Manusia dan Alam di Kawasan Cagar Biosfer Wakatobi.
Diungkapkan Saleh Hanan, program yang mendapat dukungan penuh dari TFCCA itu akan berlangsung selama 15 bulan dan berfokus pada penguatan praktik konservasi berbasis pengetahuan lokal masyarakat pesisir.
“Kegiatan ini juga bertujuan menggali pengetahuan kemaritiman lokal yang berkaitan dengan segala aspek pengelolaan atol atau pasi melalui FGD. Pengetahuan tersebut akan menjadi salah satu landasan penting dalam pelaksanaan program,” ungkapnya.















