KABARWAKATOBI.COM, WANGIWANGI-Jambore dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara bakal menjadi rangkaian pada pelaksanaan Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wave) 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung tanggal 4 Oktober 2026, bersamaan dengan expo UMKM, industri kreatif dan ekonomi digital serta atraksi budaya.
Berdasarkan rundown, Jambore dan HKG PKK Kabupaten Wakatobi ditempatkan pada hari ketiga Wakatobi Wave 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, La Tarima mengatakan, rangkaian Wakatobi Wave 2026 telah dipersiapkan. Menurutnya panitia telah melakukan rapat pemantapan untuk memastikan kesiapan masing-masing bagian dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Selain agenda HKG PKK, hari terakhir juga akan diisi expo UMKM, industri kreatif dan ekonomi digital serta atraksi budaya.
“Untuk persiapan kita kurang lebih bisa dikatakan sekitar 70-75 persen,” katanya saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi, Kamis 24 September 2026.
Rangkaian Wakatobi Wave 2026 jadwalnya berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Oktober 2026. Pada hari pertama adalah pembukaan yang dirangkaikan karnaval budaya, tari kolosal, fashion show tenun khas Wakatobi, expo UMKM, industri kreatif dan ekonomi digital serta pagelaran seni budaya.
Ia berharap seluruh rangkaian Wakatobi Wave, termasuk agenda Jambore dan HKG PKK, dapat menjadi momentum yang menarik kunjungan masyarakat dan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi Wakatobi.
“Hari kedua diisi kegiatan konservasi, table top dan famtrip, expo UMKM, tarik tambang perahu, panjat pinang di atas laut, sunset music serta pagelaran seni budaya. Sementara hari ketiga menjadi penutup rangkaian dengan Jambore dan HKG PKK Kabupaten Wakatobi, expo UMKM, industri kreatif dan ekonomi digital serta atraksi budaya, ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah lomba serta berbagai hiburan,” ujarnya.
La Tarima menerangkan, berbagai rangkaian Wakatobi Wave tidak hanya dipersiapkan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan budaya Wakatobi.
“Wakatobi Wave 2026 mengangkat kekuatan Wakatobi sebagai daerah kepulauan dengan kekayaan alam, budaya dan kehidupan masyarakat maritim. Keagungan budaya maritim ini adalah salah satu produk pariwisata kita yang memang harus kita kemas,” terangnya.
La Tarima juga menjelaskan, perkembangan aksesibilitas menuju Wakatobi yang dinilai dapat membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan.
“Kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kegiatan pariwisata, termasuk melalui pelaksanaan Wakatobi Wave,” jelasnya.
La Tarima juga mengingatkan pelaku pariwisata agar mempersiapkan layanan bagi wisatawan, mulai dari pemandu wisata, jasa transportasi, restoran, penginapan hingga pelayanan selama berada di Wakatobi.
“Kami mengajak seluruh pelaku pariwisata di Kabupaten Wakatobi untuk bersama-sama menciptakan suasana yang baik bagi wisatawan selama pelaksanaan Wakatobi Wave,” tuturnya.
La Tarima juga berharap, pengalaman positif wisatawan selama mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dapat menjadi bagian dari promosi Wakatobi melalui cerita secara langsung maupun media sosial.
“Dengan persiapan yang terus dilakukan dan dukungan berbagai pihak, Wakatobi Wave 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kemaritiman Wakatobi kepada masyarakat luas,” pungkasnya.
















