KABARWAKATOBI.COM, WANGIWANGI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), bertandang ke Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali.
Kunjungan kerja itu dalam rangka koordinasi dan memperoleh dukungan mengenai keberlanjutan konektivitas layanan penerbangan langsung rute Bali-Wakatobi yang dilayani maskapai TransNusa..
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemkab Wakatobi berharap dukungan otoritas penerbangan untuk membantu upaya tambahan slot waktu penerbangan (Slot Time) bagi TransNusa di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Menanggapi itu, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali Cecep Kurniawan menerangkan, Wakatobi memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang perlu didukung konektivitas transportasi udara yang memadai.
“Keberlanjutan penerbangan membutuhkan peningkatan jumlah penumpang (load factor) yang baik. Dengan tingkat keterisian penumpang yang memadai, diharapkan frekuensi penerbangan dapat ditingkatkan menjadi setiap hari,” jelasnya
Selain dukungan konektivitas, pihak kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali menyatakan kesediaannya guna membantu mempromosikan destinasi wisata Wakatobi melalui publikasi informasi pada situs web kantor.
“Dukungan promosi juga dapat dikoordinasikan dengan Humas Kementerian Perhubungan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai potensi pariwisata Wakatobi,” paparnya.
Untuk mendukung upaya itu, Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi diminta untuk menyiapkan materi promosi yang lengkap, mencakup destinasi wisata, atraksi unggulan, paket wisata, akomodasi, restoran, transportasi lokal, serta konektivitas antarpulau dan jadwal kapal.
Pemkab Wakatobi juga diharapkan menyusun kalender kegiatan pariwisata (calendar of events) tahun 2027 sebagai bahan promosi dan referensi perencanaan perjalanan wisatawan.
Bupati Wakatobi Haliana menyampaikan, penerbangan langsung Bali-Wakatobi telah lama dinantikan para pelaku pariwisata karena mempermudah akses wisatawan menuju daerah yang dikenal memiliki potensi wisata bahari tersebut.
“Konektivitas udara dari Bali membuka peluang perjalanan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, menuju Wakatobi melalui penerbangan langsung maupun penerbangan lanjutan. Kami berharap dukungan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali dapat membantu menjaga keberlangsungan rute ini,” tuturnya.
Haliana menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus menyelenggarakan festival dan berbagai kegiatan pariwisata untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus mendukung peningkatan keterisian penumpang penerbangan.
“Promosi juga akan diperkuat melalui penjualan paket wisata, peningkatan kualitas layanan akomodasi, restoran, dan atraksi wisata,” ungkapnya.
Selain itu, pembahasan itu juga turut membuka peluang kajian pengembangan transportasi udara alternatif dengan tetap memperhatikan aspek teknis, keselamatan penerbangan, regulasi, dan kelayakan operasional.
“Pemerintah Kabupaten Wakatobi berharap sinergi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali dapat memperkuat konektivitas udara, menjaga keberlanjutan penerbangan TransNusa, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian daerah,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi Syaharuddin menegaskan dukungannya terhadap penerbangan rute Bali-Wakatobi.
“Masyarakat Kabupaten Wakatobi berharap, agar penerbangan tersebut terus beroperasi karena memiliki peran penting dalam mempermudah mobilitas masyarakat, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi Nadar mengatakan, TransNusa telah mengirimkan surat kepada manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terkait perpanjangan pelayanan penerbangan. Masa pelayanan yang berjalan disebut berakhir pada 25 Oktober 2026.
“Pak Bupati Wakatobi juga telah menerima surat dari TransNusa dan menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan layanan penerbangan ini,” ucapnya.














