KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menggelar pasar murah di Gedung Dharma Wanita, Wangiwangi, Senin 16 Maret 2026. Gelaran pasar murah tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Wakatobi Haliana didampingi ketua tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Eliati Haliana.

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Wakatobi, Safiuddin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk konsistensi pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang lebaran. Program ini juga merupakan implementasi arahan Menteri Dalam Negeri dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

“Tahun ini kami tetap konsisten melaksanakan pasar murah sebagai bagian dari sembilan langkah pengendalian inflasi. Salah satunya adalah kegiatan pasar murah yang hari ini kita laksanakan,” ujarnya.

Safiuddin menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah daerah menyiapkan sebanyak 4.139 paket sembako. Paket tersebut dibagi dalam dua wilayah, yakni 2.179 paket untuk Kecamatan Wangi-Wangi (Wakatobi I) dan 1.960 paket untuk wilayah Wakatobi II. Sementara penyaluran paket untuk wilayah Wakatobi II telah dilakukan lebih dahulu pada 6-12 Maret 2026.

Menurut Safiuddin, antusiasme masyarakat terhadap program pasar murah ini cukup tinggi karena sangat membantu memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.

Adapun komoditas yang disediakan dalam pasar murah merupakan bahan pokok yang tidak diproduksi di Wakatobi, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Pemerintah daerah memberikan diskon sebesar 30 persen untuk setiap paket. Dari harga normal sekitar Rp141.500, masyarakat hanya perlu membayar Rp99.050.

“Kebijakan ini tentu tidak terlepas dari arahan Bupati dan Wakil Bupati, agar daya beli masyarakat tetap kuat dan masyarakat dapat merayakan Idulfitri seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski tahun ini pemerintah daerah menghadapi efisiensi anggaran, pihaknya masih mengalokasikan sekitar Rp200 juta untuk program pasar murah tersebut.

Safiuddin juga menyebutkan, berdasarkan survei inflasi dua minggu pertama Maret 2026, Kabupaten Wakatobi berada pada angka minus 0,15 persen atau mengalami deflasi.

Namun menjelang lebaran, beberapa komoditas seperti telur mulai menyumbang inflasi karena tingginya permintaan. Harga telur saat ini tercatat mencapai sekitar Rp38.000 per kilogram.

“Permintaan telur meningkat karena selain kebutuhan masyarakat, juga digunakan dalam program MBG selama Ramadan,” katanya.

Sementara untuk komoditas lain, kata dia, harga relatif stabil. Dalam paket pasar murah, masyarakat memperoleh beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula pasir 1,5 kilogram dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.

Beras premium misalnya, dari harga acuan wilayah Sulawesi sekitar Rp14.900 per kilogram, melalui program ini masyarakat dapat membeli sekitar Rp12.280 per kilogram. Minyak goreng premium yang biasanya sekitar Rp25.000 per liter dijual Rp17.700, sedangkan gula pasir yang di pasar sekitar Rp20.000 per kilogram dijual sekitar Rp14.000 per kilogram.

“Pemerintah daerah berharap program pasar murah ini dapat menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya beli masyarakat menjelang perayaan Idulfitri,” pungkasnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib