KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Pelaksanaan Jambore Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak hanya mempererat persaudaraan antarkader, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Harapan itu diungkapkan Bupati Wakatobi Haliana di hadapan 1.174 peserta dari 17 kabupaten/kota se-Sultra pada acara pembukaan Jambore PKK dan HKG PKK ke 54 di Alun-alun Merdeka Wangiwangi, Kamis 5 Oktober 2026.
Haliana mengungkapkan, kehadiran peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan selama berada di Wakatobi, agar dapat menikmati kuliner khas, mengenal kerajinan daerah, serta membeli produk lokal.
“Bapak dan Ibu pulang membawa oleh-oleh, masyarakat kami ikut mendapat rezeki. Kebersamaan dalam Jambore ini membawa kegembiraan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain manfaat ekonomi, Haliana menyampaikan pentingnya penguatan 10 Program Pokok PKK sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendukung pembangunan daerah.
“Kemajuan bangsa harus dimulai dari keluarga melalui pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi, serta pemeliharaan lingkungan,” ungkapnya.
Dikatakannya, kader PKK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, kelurahan, kelompok dasawisma, dan rumah tangga.
“Penguatan program PKK perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pendampingan ibu dan anak, pencegahan stunting, penguatan Posyandu, pemanfaatan pekarangan untuk kebutuhan pangan keluarga, pengembangan usaha, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat,” katanya.
Haliana menerangkan, peran kader PKK dalam membangun keluarga yang aman dan harmonis melalui edukasi serta pendampingan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya narkoba, dan menangani persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Khusus di Wakatobi sebagai daerah kepulauan ia berharap, gerakan PKK dapat menjangkau keluarga di seluruh pulau.
“Tantangan jarak dan transportasi perlu dijawab melalui kerja sama dan pola pendampingan yang sesuai dengan kondisi masyarakat,” ucapnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) itu mengajak kader PKK berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, antara lain dengan mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan pesisir, menghemat air bersih, dan menanamkan kecintaan terhadap laut sejak dini.
“Jambore PKK menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat kerja sama agar program yang dikembangkan di masing-masing daerah semakin bermanfaat bagi keluarga,” harapnya.

Sebagai informasi, tema Jambore PKK tahun ini bertajuk Kader PKK Bergerak Bersama Mewujudkan Keluarga Sejahtera, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.
Sedangkan tema HKG PKK ke-54 yakni bertajuk Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas.
“Kami berharap kedua momentum ini semakin memperkuat kolaborasi seluruh kader PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong kemajuan masyarakat Sultra,” pungkasnya.

















