KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Yayasan Dokter (doctorSHARE)-Allians Peduli menyelenggarakan kick-off Program Edukasi dan Resiliensi melalui Intervensi Kesehatan Antargenerasi (Perisai) dan Sosialisasi Ibu Hamil di Villa Nadila, Kecamatan Wangiwangi, Senin 14 September 2026.

Program ini diselenggarakan untuk penguatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta perbaikan gizi.

Sekretaris Daerah melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Wakatobi Harusa menyampaikan, program kesehatan ibu, anak, dan perbaikan gizi merupakan prioritas nasional yang selaras dengan Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Pelaksanaan program difokuskan pada percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta prevalensi stunting.

“Upaya ini diarahkan untuk mempercepat penurunan AKI, AKB, dan prevalensi stunting melalui penguatan promotif, preventif, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta rujukan yang tepat dan cepat,” katanya.

Harusa menyebutkan, berdasarkan data tahun 2024, Kabupaten Wakatobi mencatat 1 kasus kematian ibu dan 4 kasus kematian bayi. Sementara itu, prevalensi stunting di Kabupaten Wakatobi berdasarkan data e-PPBGM 2024 berada di angka 10,7 persen (724 balita stunting dari 6.745 balita yang diukur), sedangkan berdasarkan hasil SSGI/SKI 2024 tercatat sebesar 24,1 persen.

“Pemerintah terus mendorong sinkronisasi dan peningkatan kualitas data agar intervensi yang dilakukan makin tepat sasaran,” ujarnya.

Diungkapkannya, program PERISAI direncanakan berlangsung selama satu tahun hingga September 2027. Fokus intervensi meliputi edukasi ibu hamil, pemberian dukungan gizi bagi balita, serta peningkatan kapasitas kader dan tenaga kesehatan.

“Pada tahap awal, program ini menyasar empat Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi, yakni Posyandu Oguu, Posyandu Nianse, Posyandu Woua, dan Posyandu Bira.

Selain itu, para ibu hamil juga diimbau untuk rutin memeriksakan kehamilan serta aktif berkonsultasi dengan bidan maupun tenaga kesehatan terdekat.

“Kami berharap program ini dapat membentuk sistem kerja yang berkelanjutan dan berpotensi untuk direplikasi ke posyandu-posyandu lain di wilayah Kabupaten Wakatobi,” harapnya.

Sebagai informasi, acara itu dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara doctorSHARE dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, sebagai komitmen dan sinergi para pihak untuk mendukung pelaksanaan program PERISAI di daerah tersebut.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib