WWW.KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI– Pemerintah Daerah Wakatobi mulai menerima kedatangan peserta The 1st Archipelago and Marine Biosphere Reserve Seminar, seminar internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengelolaan cagar biosfer berkelanjutan. Kamis ( 5/11/2026).
Peserta berdatangan melalui jalur udara maupun laut menjelang pelaksanaan kegiatan pada 6–8 November 2026 di Patuno Resort.
Seminar ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Wakatobi bekerja sama dengan Komite Nasional Man and the Biosphere (MAB) UNESCO Indonesia, BRIN, Kementerian Kehutanan RI, serta sejumlah organisasi non-pemerintah.
Mengusung tema “Mengintegrasikan Pengelolaan Inovatif Wilayah Daratan dan Pesisir untuk Mewujudkan Cagar Biosfer yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas negara dalam pengelolaan cagar biosfer.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk menghubungkan upaya perlindungan keanekaragaman hayati dengan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong pengelolaan wilayah daratan dan pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Selain menjadi forum pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan inovatif, seminar ini diharapkan memperkuat jejaring para pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta implementasi Hangzhou Strategic Action Plan 2025–2030.
Terdapat lima sasaran utama yang menjadi fokus kegiatan, yakni memfasilitasi pertukaran pengetahuan antarpengelola cagar biosfer, meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati, memberdayakan masyarakat agar hidup selaras dengan alam, memperkuat jejaring kolaborasi, serta menginisiasi pembentukan Forum Pemuda Man and the Biosphere Indonesia.
Di perkirakan ada Sekitar 150 peserta dijadwalkan mengikuti seminar secara hibrida, baik secara langsung maupun daring. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk kementerian, BRIN, UNESCO Jakarta, pemerintah daerah, pengelola cagar biosfer, sektor swasta, perguruan tinggi, media, organisasi non-pemerintah, masyarakat lokal, hingga kelompok pemuda MAB.
Kepala Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Manusia, Kasim mengatakan bahwa Kedatangan peserta yang berlangsung secara bertahap melalui penerbangan maupun kapal laut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap forum internasional yang membahas masa depan pengelolaan kawasan kepulauan dan ekosistem laut.
” Kalau para peserta ini ada yang melalui kapal dan penerbangan, ” Tuturnya
Melalui seminar ini, Wakatobi diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertemuan internasional, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan kerja sama konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem daratan dan laut, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.ADM











