KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wakatobi, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit pernapasan.

Imbauan itu dikeluarkan Dinkes Kabupaten Wakatobi melalui flyer yang disebar di sejumlah platform media sosial dan sejumlah grup WhatsApp, pasca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan serta kondisi cuaca di Wakatobi yang terdampak kabut asap beberapa waktu terakhir ini.

Berdasarkan rilis BMKG, fenomena kabut asap yang melanda Wakatobi dan beberapa wilayah di Sultra diduga berasal dari luar daerah, yakni Papua Selatan dan Maluku.

Kepala Dinkes Kabupaten Wakatobi Muliadin Anis menyebutkan, kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, iritasi tenggorokan, hingga sakit kepala, pusing, dan tubuh mudah lelah.

Muliadin Anis mengungkapkan, imbauan itu sebagai langkah meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap paparan kabut asap.

“Kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih, karena paparan udara yang tercemar dapat memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis,” ujarnya di Wangiwangi, Selasa 13 Oktober 2026.

Untuk mengurangi risiko paparan, kata dia,masyarakat dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk. Warga juga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan dan memperbanyak minum air putih.

Selain itu, saat kondisi udara berasap, pintu dan jendela rumah juga perlu ditutup untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.

“Masyarakat disarankan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayuran, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup dan olahraga ringan sesuai kondisi kesehatan,” harapnya.

Ia menyampaikan, agar masyarakat berperan dalam pencegahan kabut asap dengan tidak membakar sampah maupun lahan, menghindari kebiasaan merokok, serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Menurutnya, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dinilai penting untuk menjaga kualitas udara sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

“Masyarakat Wakatobi diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap dan menerapkan langkah perlindungan diri, terutama bagi anggota keluarga yang termasuk kelompok rentan,” tutupnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib