KABARWAKATOBI.COM, WANGIWANGI-Kabupaten Kolaka meraih juara pertama babak penyisihan lomba cerdas cermat di ruang dua dalam rangkaian Jambore Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Wakatobi.
Kolaka berhasil mengungguli Kabupaten Muna yang menempati posisi kedua, disusul Buton Selatan sebagai juara ketiga dan Muna Barat di posisi keempat. Persaingan berlangsung sengit, terutama pada babak rebutan yang menjadi penentu hasil akhir.
Asrida selaku Ketua tim juri pada ruang dua mengungkapkan, lomba cerdas cermat tersebut menjadi sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader PKK mengenai 10 Program Pokok PKK serta tugas empat kelompok kerja (Pokja).
“Kalau saya lihat, kegiatan ini sangat bermanfaat. Dari 10 Program PKK itu, mereka mati-matian mempelajarinya. Kalau tidak ada Jambore ini, mungkin program-program tersebut berlalu begitu saja,” ungkapnya saat diwawancarai usai pelaksanaan babak penyisihan di ruang dua Sekolah Dasar (SD) Negeri Pongo 2, Kamis 15 Oktober 2026.
Melalui perlombaan tersebut, kata Asrida, kader tidak hanya dituntut membaca materi, tetapi juga memahami dan mengaplikasikan program PKK dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Asrida mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilainya sangat tinggi. Bahkan, sejumlah peserta sudah mengangkat tangan sebelum pembacaan soal selesai, menunjukkan semangat peserta untuk menjawab pertanyaan.
“Kita berharap lomba serupa dapat diselenggarakan setiap tahun karena mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta kegembiraan kader dalam mengikuti kegiatan PKK. Menurut saya, yang spesifik adalah kegembiraan mereka tercipta, kreativitasnya tercipta, dan pengetahuannya akan terasah,” ujarnya.
Ketua Bidang Kesehatan PKK Provinsi Sultra itu menyebutkan, dalam pelaksanaannya, lomba menggunakan dua babak. Pada babak pertama, juri membacakan lima soal untuk setiap kabupaten atau regu. Selanjutnya, peserta mengikuti babak pertanyaan rebutan yang memberikan kesempatan kepada regu untuk menjawab lebih cepat.
“Penilaian diberikan berdasarkan ketepatan jawaban. Peserta memperoleh nilai maksimal 100 untuk jawaban benar dan nilai lebih rendah apabila jawaban dinilai belum sepenuhnya tepat. Sementara jawaban yang salah tidak mendapatkan nilai,” paparnya.
Lebih lanjut Asrida menjelaskan, persaingan awalnya didominasi Kabupaten Muna. Namun, Kabupaten Kolaka berhasil mengejar perolehan nilai melalui babak pertanyaan rebutan hingga akhirnya keluar sebagai juara pertama di babak penyisihan.
Ia berpesan kepada seluruh kader PKK agar terus memperdalam pemahaman mengenai 10 Program Pokok PKK, sekaligus menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Implementasi paling penting, demi kesejahteraan keluarga, terutama keluarga sendiri, dan juga menyampaikan kepada keluarga-keluarga yang belum mengetahui program ini,” jelasnya.

Asrida juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Sultra dan Ketua TP-PKK Provinsi Sultra atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang dipusatkan di Wakatobi tersebut.
“Lomba cerdas cermat dapat menjadi salah satu upaya penguatan peran kader PKK dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

















