KABARWAKATOBI.COM, WANGIWANGI-Seorang nelayan asal Kelurahan Wanci Ogu, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Hal itu terjadi setelah longboat yang ditumpanginya mengalami mati mesin di perairan antara Wakatobi dan Kabupaten Buton, Rabu 23 September 2026.

Nelayan tersebut diketahui bernama Ld. Kamsul (51). Ia sebelumnya berangkat dari Marina Wanci sekitar pukul 14.00 Wita menuju Karang Kapota untuk memancing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari Amiruddin AS mengatakan, informasi kecelakaan kapal tersebut diterima Comm Centre KPP Kendari dari Jumaati, istri korban, sekitar pukul 17.30 Wita.

“Korban mengalami mati mesin dan longboat miliknya hanyut ke arah barat menuju Labuandere, Kabupaten Buton, sehingga membutuhkan bantuan SAR,” ujarnya dalam group press release Basarnas.

Setelah menerima laporan, pada pukul 17.54 Wita, kata dia, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.

Jarak lokasi kejadian dengan tempat sandar RIB sekitar 19 nautical mile (NM) atau sekitar 35 kilometer.

“Sekitar pukul 18.30 Wita, tim SAR mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan. Saat itu, korban berada dalam kondisi longboat-nya sedang ditarik oleh rekan sesama nelayan sekitar 14 NM arah timur dari lokasi kejadian yang diduga,” katanya.

Ia mengungkapkan, Tim SAR kemudian mengawal korban hingga tiba di Marina Bay Wanci pada pukul 19.55 Wita dalam keadaan selamat.

“Dengan telah dievakuasinya korban, operasi SAR kecelakaan kapal terhadap satu longboat dengan satu orang penumpang tersebut dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ungkapnya.

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat meliputi SMC dan staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Pos TNI AL Wanci, Polair Polres Wakatobi, serta nelayan sekitar. Peralatan yang digunakan antara lain truk personel, RIB, longboat, peralatan SAR evakuasi dan medis, peralatan komunikasi serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG, saat itu kondisi saat operasi berlangsung cerah berawan, dengan kecepatan angin sekitar 18 kilometer per jam dari arah timur dan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib