KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memaksimalkan pengelolaan pajak daerah.
Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pembangunan dan pelayanan publik.
Kepala Bapenda Kabupaten Wakatobi Muhidin mengatakan. pajak daerah memiliki peran strategis dalam membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Namun demikian, kata Muhidin, pengelolaan pajak daerah masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya masih ada wajib pajak yang belum optimal dalam melaporkan omzet secara benar, perlunya pemutakhiran data objek dan subjek pajak secara berkelanjutan, peningkatan kualitas layanan berbasis digital, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bapenda.
“Menurut saya, peningkatan penerimaan pajak daerah bukan semata-mata mengejar target PAD, tetapi juga membangun budaya kepatuhan dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya di Wangiwang Selatan, Kamis 2 Juli 2026.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, lanjut Muhidin, Bapenda Kabupaten Wakatobi terus melakukan langkah-langkah strategis.
Upaya tersebut meliputi peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada wajib pajak mengenai hak dan kewajiban perpajakan melalui program monitoring.
“Juga pemutakhiran data objek dan subjek pajak melalui pendataan serta verifikasi lapangan, hingga memperkuat pengawasan terhadap pelaporan omzet wajib pajak guna menciptakan keadilan perpajakan,” katanya.
Muhidin melanjutkan, selain itu Bapenda juga tengah mempercepat transformasi digital dalam pelayanan perpajakan. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“Sekaligus pengembangan kanal pembayaran non-tunai dan QRIS agar masyarakat semakin mudah dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” ungkapnya.
Mantan kepala dinas pariwisata Kabupaten Wakatobi itu menyebutkan, Bapenda juga terus meningkatkan koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, perbankan, serta berbagai instansi terkait guna mengoptimalkan penerimaan daerah.
Sehingga Bapenda berkomitmen menghadirkan pelayanan perpajakan yang profesional, transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bentuk partisipasi nyata dalam pembangunan daerah.
“Dengan sinergi antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis penerimaan pajak daerah akan terus meningkat sehingga mampu mendukung pembangunan Kabupaten Wakatobi yang berkelanjutan dan semakin menyejahterakan masyarakat. “Pajak daerah kuat, wakatobi maju,” pungkasnya.

















