KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Maskapai penerbangan TransNusa segera mengudara dengan rute Bali-Wakatobi. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis TransNusa, rute baru tersebut akan mulai beroperasi secara efektif pada tanggal 16 Juli 2026 dengan tarif mulai Rp1.849.000.
Penerbangan akan dilayani menggunakan pesawat jet Comac C909. Adapun jadwal penerbangan yang diumumkan yakni rute Denpasar (DPS)-Wakatobi (WNI) berangkat pukul 08.05 Wita dan tiba pukul 09.45 Wita.
Sementara rute Wakatobi-Denpasar berangkat pukul 10.15 Wita dan tiba pukul 11.55 Wita dengan gratis bagasi hingga 20 kilogram, diskon 1p persen bagi anak-anak serta fasilitas dengan ruang kaki khusus.
Sebelumnya, Bupati Wakatobi Haliana mengatakan, penerbangan langsung Bali-Wakatobi menjadi peluang besar bagi daerah untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Saya berharap kedatangan pesawat ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah daerah semata, tetapi seluruh masyarakat, terutama pelaku pariwisata, harus saling mendukung,” katanya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) itu menjelaskan, pemerintah daerah akan mengonsolidasikan seluruh pelaku usaha wisata agar mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada wisatawan.
Salah satu langkah yang didorong ialah peningkatan kapasitas akomodasi berbasis masyarakat.
“Ayo yang punya homestay segera dibenahi. Yang punya rumah dengan satu atau dua kamar kosong juga bisa dipersiapkan menjadi homestay. Wisatawan mancanegara biasanya tidak selalu mencari hotel mewah, tetapi pengalaman yang unik dan menarik,” ujarnya.
Haliana optimistis penerbangan langsung dari Bali akan meningkatkan arus wisatawan ke Wakatobi. Pada tahap awal, rute tersebut direncanakan beroperasi tiga kali dalam seminggu menggunakan pesawat jet Comac C909 berkapasitas sekitar 100 penumpang.
“Rancangannya ini baru tiga kali seminggu. Kemarin diskusinya adalah Minggu, Senin, dan Kamis. Tapi kita juga menyampaikan hari-hari yang lebih pas supaya selain kunjungan wisatawan mancanegara, juga mendukung mobilitas sektor pemerintahan,” terangnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat promosi dan pengembangan sektor pariwisata. Peluncuran rute penerbangan tersebut bahkan direncanakan dipromosikan secara khusus di Bali.
“Kami berharap karena ini targetnya akan ada launching di Bali, maka kita juga berharap bisa dipromosikan secara baik,” katanya.
Haliana menegaskan, keberhasilan rute baru tersebut tidak hanya ditentukan oleh maskapai dan pemerintah, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadirkan layanan wisata yang berkualitas.
“Kita sangat yakin penerbangan ini akan ramai. Bahkan sudah ada pembahasan mengenai kemungkinan penerbangan setiap hari jika respons pasar positif. Kita saling mendukung karena kita juga merancang MoU dengan Pemerintah Provinsi Bali. Kita berharap konektivitas Bali-Wakatobi benar-benar terwujud dan mampu memajukan pariwisata Wakatobi,” tuturnya.
Dengan semakin terbukanya akses transportasi udara, Wakatobi diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di sektor wisata bahari.
“Saya sangat yakin ini akan ramai. Walaupun saat ini baru dirancang tiga kali seminggu, ke depan mereka juga melihat peluang adanya daily flight sesuai perkembangan pasar,” pungkasnya.

















