KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) Haliana, meminta dukungan pemerintah pusat untuk penguatan kebijakan implementasi mata pelajaran muatan lokal yang berfokus pada pendidikan konservasi, pelestarian budaya, dan penguatan karakter peserta didik.

Permintaan tersebut disampaikan Haliana dalam Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) UNESCO 2026 di Jakarta pada Senin (15/6/2026).

Dalam forum itu, Haliana yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) itu menyampaikan aspirasi para guru pengampu mata pelajaran muatan lokal.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat menerbitkan regulasi, keputusan, atau surat edaran yang memberikan pengakuan dan ruang linearitas antara mata pelajaran muatan lokal dengan mata pelajaran yang relevan dalam kurikulum nasional,” harapnya.

Menurut Bupati dua periode itu, langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045. Sekaligus memperkuat pendidikan berbasis konservasi dan keberlanjutan di daerah-daerah kepulauan dan pesisir.

“Pemerintah daerah berharap adanya regulasi yang memberikan pengakuan dan ruang linearitas antara mata pelajaran muatan lokal dengan mata pelajaran yang relevan dalam kurikulum nasional,” ujarnya.

Diungkapkan Haliana, kebijakan tersebut penting agar mata pelajaran muatan lokal dapat diperhitungkan sebagai bagian dari beban kerja guru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lebih lanjut Haliana menjelaskan, hingga saat ini masih banyak guru ASN yang belum dapat mengalokasikan waktu mengajar muatan lokal secara maksimal. Kendati mata pelajaran tersebut belum sepenuhnya terakomodasi dalam perhitungan beban mengajar maupun pengembangan karier profesi guru.

Ia menambahkan, penguatan posisi muatan lokal dalam sistem pendidikan nasional akan membantu daerah menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dengan lingkungan, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Dengan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat kami optimistis akan memperkuat upaya daerah dalam melestarikan budaya, kearifan lokal, dan pendidikan konservasi sebagai bagian penting dari implementasi ESD di Indonesia,” pungkasnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib