KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Bunda Literasi Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) Eliati Haliana melakukan penguatan budaya membaca di kalangan anak-anak dan masyarakat di pulau Kaledupa, Rabu 9 September 2026.

Hal itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Wakatobi yang literat. Pesan tersebut disampaikan Eliati Haliana dalam Sosialisasi Budaya Baca tingkat pendidikan Sekolah Dasar dan masyarakat di pulau Kaledupa.

Dalam sosialisasi bertajuk “Membangun Budaya Baca Menuju Masyarakat Wakatobi yang Literat”, Eliati Haliana mengungkapkan, budaya membaca tidak sekadar membiasakan anak membaca buku. Tetapi menjadi upaya membangun cara berpikir, rasa ingin tahu, kemampuan memahami informasi, serta karakter masyarakat yang terus belajar sepanjang hayat.

“Budaya baca penting, dapat menambah pengetahuan dan wawasan, meningkatkan kemampuan berbahasa, melatih kemampuan berpikir kritis, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, meningkatkan prestasi belajar anak, sekaligus membentuk karakter dan rasa percaya diri,” ujarnya.

Wanita yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Wakatobi itu juga menerangkan, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis.

“Masyarakat membutuhkan berbagai kemampuan literasi, mulai dari literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, hingga literasi budaya dan kewargaan,” terangnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, kata Eliati Haliana, tantangan budaya baca semakin kompleks. Anak-anak dinilai lebih tertarik pada video dan permainan dibandingkan buku, sementara kebiasaan membaca belum sepenuhnya menjadi rutinitas. Penyebaran informasi palsu atau hoaks serta penggunaan gawai (Gadget) yang belum produktif juga menjadi tantangan.

Eliati Haliana memaparkan, budaya baca perlu dibangun sejak sekolah dasar melalui langkah sederhana, seperti menyediakan waktu 15 menit membaca sebelum pembelajaran, menghadirkan pojok baca di setiap kelas, membuat jurnal membaca siswa, menceritakan kembali buku yang dibaca, serta memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif membaca.

“Peran keluarga juga penting. Orang tua dapat menyediakan bahan bacaan di rumah, membacakan cerita kepada anak, mengajak berdiskusi setelah membaca, mengurangi penggunaan gawai yang tidak produktif, memberikan contoh dengan membaca, serta mengajak anak mengunjungi perpustakjug,” paparnya.

Lebih lanjut Eliati Haliana menjelaskan, gerakan literasi juga didorong agar tidak berhenti di sekolah. Masyarakat dapat terlibat melalui taman bacaan masyarakat, perpustakaan desa atau kelurahan, rumah baca, kegiatan membaca bersama, dongeng dan cerita rakyat, diskusi masyarakat, hingga pemanfaatan ruang publik sebagai ruang membaca.

“Khusus di Wakatobi, pengembangan literasi diarahkan berbasis kearifan lokal. Bahan bacaan dapat mengangkat kehidupan masyarakat pesisir, keanekaragaman hayati Wakatobi, pulau-pulau dan kehidupan masyarakat kepulauan, tradisi dan budaya lokal, cerita rakyat dan legenda daerah, kuliner tradisional, pelestarian lingkungan, serta sejarah masyarakat kepulauan,” jelasnya.

Program yang ditawarkan antara lain Wakatobi Gemar Membaca yang mencakup gerakan 15 menit membaca di sekolah, satu kelas satu pojok baca, program satu keluarga satu buku setiap bulan, jelajah literasi Wakatobi, dongeng anak Wakatobi, kegiatan membaca di ruang publik, serta pemberian apresiasi melalui program Duta Baca Cilik Wakatobi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sekolah dan guru, orang tua dan keluarga, desa/kelurahan, serta komunitas dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun budaya baca secara berkelanjutan.

“Melalui gerakan tersebut, anak-anak Wakatobi diharapkan tidak hanya mengenal dunia melalui buku, tetapi juga memahami laut, teknologi, kesehatan, budaya, ilmu pengetahuan dan berbagai bidang lainnya. Dari buku, kita membaca dunia. Dari literasi, kita membangun Wakatobi,” pungkasnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib