KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Sebanyak 50 penyelam (Diver) mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Sombu Dive, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin 17 Agustus 2026.
Upacara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengibaran bendera dilakukan pada kedalaman sekitar 9 meter di bawah permukaan laut.
Puluhan peserta berasal dari berbagai instansi dan komunitas di Kabupaten Wakatobi, di antaranya Kejaksaan Negeri Wakatobi, Pengadilan Agama, Polres Wakatobi, Polairud, TNI, Balai Taman Nasional Wakatobi, Dinas Pariwisata, PLN, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wakatobi, Ollo Scuba serta komunitas penyelam lainnya.
Upacara dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wakatobi, Lasargi Marel. Sementara pembawa baki bendera dipercayakan kepada Kasat Reskrim Polres Wakatobi AKP Risman yang dikawal personel Polairud dan Ditpamobvit Polres Wakatobi.

Kajari Wakatobi Lasargi Marel mengapresiasi para inisiator dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara bawah laut tersebut.
Diungkapkannya, upacara di bawah laut merupakan kegiatan yang tidak umum dilakukan dan membutuhkan kemampuan khusus.
“Ini sebuah kegiatan yang sangat jarang dilakukan dan kalau di teknologi itu sebuah inovasi. Tidak semua orang bisa melaksanakan,” ungkapnya.
Lasargi Marel mengaku, kegiatan tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti upacara di bawah laut. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan seluruh peserta dapat kembali ke permukaan dengan selamat.
Ia juga menyampaikan terima kasih karena telah dilibatkan dalam kegiatan yang menurutnya menjadi momentum langka dan berkesan bagi dirinya.
“Bagi saya juga kebanggaan untuk saya pamerkan ke keluarga, instansi bahkan dunia luar. Saya branding kawan-kawan, ini menjadi suatu momentum yang sangat berharga,” lugasnya.
Sementara itu, Komandan Upacara AKP Risman menyebutkan, upacara bawah laut tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan gabungan dari sejumlah instansi dan komunitas penyelam di Wakatobi.
“Kegiatan ini adalah gabungan dari beberapa instansi dan komunitas diver yang ada di Kabupaten Wakatobi, antara lain kerja sama dengan Polres Wakatobi, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, Taman Nasional Wakatobi, Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi dan komunitas diver,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemilihan lokasi bawah laut sebagai tempat pelaksanaan upacara sekaligus menjadi momentum untuk menggenjot potensi wisata bahari Wakatobi.
“Kami memilih tema di bawah laut. Hal ini kita dapat melihat bahwa Wakatobi ini adalah salah satu 10 destinasi wisata terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia pun Wakatobi ini adalah salah satu tempat wisata yang terbaik,” pungkasnya.

















