KABARWAKATOBI.COM, WANGI-WANGI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menanggapi isu jalan Horuo-Mantigola yang belakangan ini viral di media sosial. Dalam foto dan vidio viral tersebut nampak memperlihatkan sejumlah warga yang mengangkat batu serta bergotong royong memperbaiki jalan.

Usut punya usut akses jalan yang disoroti habis-habisan di media sosial itu bukan merupakan pekerjaan pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2025.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wakatobi Aswiadi menyebutkan, total panjang ruas jalan Horuo-Mantigola mencapai 780 meter, dihitung dari titik nol (ST 0) di depan masjid hingga ujung jembatan atau ujung jalan. Pada tahun anggaran 2025, kemampuan anggaran daerah baru memungkinkan pembangunan sepanjang 418 meter, tepat hingga box culvert utama atau gorong-gorong pertama.

“Dengan demikian, masih tersisa sekitar 362 meter yang belum dikerjakan dan menjadi target penyelesaian pada tahap berikutnya. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, lokasi yang viral berada di sekitar STA 475 meter, tepat setelah box culvert kedua. Artinya, lokasi tersebut memang berada di luar segmen pekerjaan yang telah dikerjakan pada tahun 2025,” ujarnya pada rapat koordinasi bersama Bupati Wakatobi dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di aula kantor Camat Kaledupa, Selasa 21 Juli 2026.

“Pekerjaan tahun 2025 hanya sampai box culvert pertama. Sementara lokasi yang viral berada setelah box culvert kedua, sehingga memang belum termasuk pekerjaan yang telah dilaksanakan,” lanjutnya.

Aswiadi menilai, aktivitas yang viral tersebut merupakan bentuk gotong royong masyarakat karena kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan sejak beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, ungkap Aswiadi, Pemkab Wakatobi memastikan tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan tahap berikutnya sesuai kemampuan keuangan daerah. Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Bupati Wakatobi yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Pulau Kaledupa.

“Seperti komitmen Pak Bupati bahwa kita lagi giat-giatnya untuk memfokuskan pembangunan infrastruktur terutama di Pulau Kaledupa ini,” ungkapnya.

Pada tahun sebelumnya, Pemkab juga telah membangun ruas Buranga-Tampara serta melakukan rekonstruksi jalan Kalimas-Tampara-Kaswari-Peropa.

Selain itu, Pemkab tengah memperjuangkan pendanaan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah untuk pembangunan ruas Ambeua-Sombano.

“Kita semua sudah berusaha, bapak Bupati sudah kemana-mana, inshaallah tahun ini, di pulau Kaledupa ini kita akan mendapatkan lagi dana dari Inpres jalan daerah, itu adalah Ambeua-Sombano,” harapnya.

Selain ruas tersebut, Pemkab Wakatobi juga mengusulkan pembangunan jalan Sombano-Horuo, Ollo-Horuo, serta Langge-Peropa di depan Polsek.

Aswiadi berharap seluruh usulan tersebut dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga pembangunan infrastruktur di Pulau Kaledupa dapat terus berlanjut.

“Mohon doanya semoga bukan cuma Ambeua-Sombano, tetapi di ruas-ruas yang lain juga bisa kita dapatkan untuk dikerjakan. Itu untuk yang tidak yah. Jadi yang viral itu sesungguhnya yang belum dikerjakan, itu yang dikerjakan baru 418 meter sementara yang dikerjakan yang viral kemarin itu ada di 475 meter, artinya belum sampai yang kita kerjakan. Kita doakan semoga kemampuan keuangan kita semakin baik di tahun-tahun berikutnya,” pintanya.

Aswiadi menambahkan, Pemkab akan melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang viral sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat

“Besok kita akan melakukan peninjauan ke sana. Apakah yang viral-viral itu betul adanya atau memang ada oknum-oknum yang sesungguhnya tidak mengetahui secara pasti yang dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2025,” ucapnya.

Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Masukkan Nama *Wajib